Rabu, 07 Januari 2015

PKn Kls IX -Bab III Globalisasi



PENJABARAN MATERI POKOK

1.      Pengertian Globalisasi
a.       Menurut A.G. McGrew (1992)
Globalisasi adalah proses di mana berbagai peristiwa, keputusan, dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia lain.

b.      Menurut Martin Albrow
Globalisasi adalah seluruh proses di mana penduduk dunia terinkorporasi (tergabung) ke dalam masyarakat dunia yang tunggal.

c.       Menurut Bank Dunia
Globalisasi berarti kebebasan dan kemampuan individu dan perusahaan untuk memprakarsai transaksi ekonomi dengan orang-orang dari negara-negara lain.

d.      Menurut International Monetary Fund (IMF)
Globalisasi berarti meningkatnya saling ketergantungan ekonomi antara negara-negara di dunia yang ditandai oleh meningkat dan beragamnya volume transaksi barang dan jasa lintas negara dan penyebaran teknologi yang meluas dan cepat.

e.       Menurut Lodge
Globalisasi adalah suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia dapat menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam aspek budaya, ekonomi, politik, teknologi, maupun lingkungan.

f.       Menurut Malcolm Walters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang menyebabkan batasan geografi dalam kondisi sosial-budaya menjadi tidak penting yang ditransformasikan dalam kesadaran masyarakat.

g.      Menurut Ichlasul Amal
Globalisasi adalah proses munculnya masyarakat global, yaitu suatu dunia yang terintegrasi secara fisik dengan melampaui batas-batas negara, baik ideologis dan lembaga-lembaga politik dunia.

h.      Menurut Sri Budi Eko Wardani
Globalisasi adalah suatu proses di mana hubungan-hubungan atau transaksi ekonomi, politik, dan sosial kultural makin tak memperhitungkan batas-batas negara dan mengaburkan batas kedaulatan suatu negara.
     
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, kita bisa mendapatkan beberapa kata kunci yang menjadi unsur dari pengertian globalisasi.
a.      Adanya saling mempengaruhi, keterkaitan, dan ketergantungan.
b.     Meliputi berbagai bidang, baik ekonomi, politik, sosial budaya maupun teknologi.
c.      Melintasi batas negara.

Kesimpulannya, globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan saling mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.





2.      Perkembangan Globalisasi
Globalisasi menguat pada tahun 1950-an dan 1960-an, meskipun akar globalisasi telah muncul jauh sebelum waktu tersebut. Globalisasi terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Apabila tahun 1980-an globalisasi seringkali dianggap sebagai sesuatu yang berada di luar jangkauan, maka mulai tahun 1990-an globalisasi telah berada di ”depan mata”

3.      Hal  yang mendorong terjadinya Globalisasi
a.       mulai tumbuh dan berkembangnya perdagangan antar negara
b.      penanaman modal asing
c.       kemajuan teknologi dan transportasi

4.      Adapun penyebab meningkatnya globalisasi
a.       adanya perubahan politik dunia seperti runtuhnya Uni Soviet
-          aliran informasi yang cepat dan luas
b.      berkembang pesatnya perusahaan-perusahaan transnasional


Rounded Rectangle: Tugas Siswa
 




Bentuklah beberapa kelompok di dalam kelas, (tiap kelompok terdiri dari 4 siswa) kemudian lakukan kegiatan berikut :
1.      Datangilah supermarket, mini market atau swalayan yang ada di dekat tinggalmu
2.      Perhatikan produk-produk yang dijual dalam supermarket, minimarket atau swalayan yang terdapat dalam toko tersebut
3.      Catatlah minimal 10 produk-produk yang diimpor dari negara lain. Produk-produk tersebut dapat berupa produk elektronika, makanan, mimuman, pakaian dan produk lain
4.      Dari data yang telah kamu peroleh, negara manakah yang paling banyak mengekspor produk-produknya

Data Barang/Produk  Impor dan asal negaranya :

No
Jenis Barang
Nama Produk
Negara Asal Produk
Toko Penjual
1




2




3




4




5




6




7




8




9




10





5.      Menurut pendapatmu, mengapa kita mengijinkan produk-produk dari luar negeri masuk ke Indonesia
6.      Sebutkan keuntungan dan kelebihan dari masuknya produk-produk luar negeri ke Indonesia
7.      Bandingkan hasil pekerjaan yang kamu peroleh dengan kelompok lain
8.      Diskusikan dengan kelompok lain dan buat kesimpulan

5.      Aspek-aspek Globalisasi
Globalisasi dapat dilihat melalui beberapa aspek,yaitu
a.      Ekonomi
Hakikat globalisasi dalam aspek ekonomi identik dengan perdagangan bebas.
Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor impor atau hambatan perdagangan lainnya.
Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi nontarif pada barang impor.

b.      Teknologi dan Informasi
Selain aspek ekonomi, globalisasi dapat juga dilihat dari aspek teknologi dan informasi. Globalisasi informasi yang terjadi sekarang dimungkinkan oleh penggunaan media elektronik dalam mengirim dan menerima informasi. Mula-mula melalui radio, televisi, kemudian melalui jaringan internet.
Dampak yang dimungkinkan oleh penggunaan radio dan TV adalah tidak ada batasan ruang dan waktu. Apa yang terjadi di Ethiopia, Afrika, sudah dapat diketahui di Jakarta atau Banyumas pada siaran berita di Indonesia satu jam sesudah terjadinya peristiwa itu.
Selain radio dan TV, teknologi terkini yang sudah banyak digunakan di masyarakat adalah internet. Melalui internet dan e-mail, pengiriman informasi dalam jumlah yang tak terbatas serta dalam waktu yang cepat sangat mungkin untuk dilakukan. Kelebihan internet lainnya adalah biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih murah.

c.       Budaya
Globalisasi budaya meliputi perubahan pada beberapa aspek, yaitu
a.      aspek bahasa, : Inggris, Mandarin,
b.      aspek gaya hidup, - pola hidup instan
c.      aspek makanan, pakaian, musik, dan film

Ciri-ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan,yaitu
1.      berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional,
2.      penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism) dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya,
3.      berkembangnya turisme dan pariwisata,
4.      semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain,
5.      berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian dan film
6.      bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.
Rounded Rectangle: Tugas Siswa 


Lengkapilah kolom berikut :

Aspek

Dampak Globalisasi

Aspek Ekonomi

..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................


AspekTeknologi Informasi

..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................


Aspek Budaya











..........................................................................................................
.......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... ..........................................................................................................


6.      Pentingnya Globalisasi bagi Indonesia
Globalisasi menjadi sesuatu yang penting bagi Indonesia karena hal-hal sebagai berikut.
1.      Pemerataan teknologi.
2.      Pengalihan ilmu pengetahuan.
3.      Berkembangnya perdagangan antarnegara dapat menambah devisa negara Indonesia.
4.      Dapat diambilnya nilai positif dari globalisasi.

7.      Dampak Globalisasi terhadap Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
a.      Dampak pada Aspek Ekonomi
Globalisasi telah mendorong terjadinya penanaman modal asing, baik langsung maupun tidak langsung. Penanaman modal asing ini dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal sehingga dapat membuka lapangan kerja baru. Sebagai contoh adalah pembukaan pabrik-pabrik di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Karawang, Cilegon, dan wilayah lain di Indonesia.
Akan tetapi, globalisasi juga telah mendorong terjadinya peningkatan kesenjangan pembangunan ekonomi antara negara industri maju dan negara berkembang. Kedatangan perusahaan asing justru mematikan industri-industri lokal. Kondisi ini dikarenakan sumber daya yang dimiliki oleh negara-negara berkembang jauh tertinggal. Dominasi yang dilakukan oleh negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang dan miskin semakin terlihat jelas.
Pada pasar bebas,  individu dituntut untuk bersaing dengan individu lain. Individu yang tidak mampu bersaing akan tersingkir. Di sinilah perlunya peningkatan sumber daya manusia.
Yang terjadi di Indonesia generasi muda semakin tidak mampu memenuhi tuntutan jaman, karena sudah menjadi generasi yang ahli dalam mengkonsumsi, bukan lagi memproduksi

b.      Dampak pada Aspek Teknologi dan Informasi
Globalisasi telah mendorong makin berkembangnya teknologi dan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain, melalui televisi, radio, dan berbagai media cetak.

Globalisasi dalam bidang informasi dan teknologi memiliki beberapa dampak negatif antara lain :
1.      Media yang berasal dari negara Barat yang semakin membanjiri masyarakat muda
2.      Adanya sarana dan fasilitas yang begitu canggih menyebabkan tidak ada dorongan untuk secara langsung terjun ke masyarakat, kemampuan interaksi individu akan menurun. . Menyebabkan  semakin melemahnya rasa kekekuargaan dan kegotong royongan terutama di kalangan  generasi muda
3.      Kecenderungan meningkatnya kejahatan seksual, salah satu penyebabnya adalah mudahnya pengaksesan situs-situs internet yang berbau pornografi
4.      Meningkatnya kejahatan global dan kriminalitas perbankan yang menggunakan kecanggihan teknologi dan penyelundupan narkoba internasional yang memanfaatkan transportasi modern

c.       Dampak pada Aspek Budaya
Budaya adalah segi yang paling rentan terkena dampak globalisasi. Globalisasi dapat menyebabkan penyebaran nilai-nilai positif yang datang dari budaya luar.
Globalisasi juga dapat mempengaruhi nilai-nilai luhur yang hidup dalam asyarakat. Sekarang nilai-nilai tersebut mulai banyak ditinggalkan, karena semakin kuatnya nilai individual yang menggusur semangat kekeluargaan  dalam masyarakat

    Jelajah

Untuk menambah wawasan tentang menyikapi arus globalisasi dalam kehidupan, kamu dapat menjelajah www.globaljust.com


8.      Dampak Positif dan Dampak Negatif Globalisasi
a.   Dampak Positif Globalisasi antara lain :
-       Meningkatnya dinamika (Perubahan) Komunikasi dan Transportasi
-       Terbukanya lapangan kerja
-       Pesatnya pertumbuhan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di bidang HAM dan Lingkungan Hidup
-       Menumbuhkan Semangat Toleransi antar Penduduk Dunia
-       Pesatnya Gerakan Demokrasi di Berbagai Negara
    
b.  Dampak Negatif Globalisasi antara lain :
-       Semakin kuatnya kelompok ekonomi Kuat dan Semakin Lemahnya Daya Saing Pemilik Modal Kecail
-       Menurunnya Kualitas Sumber Daya Alam
-       Meningkatnya Kerusakan Lingkungan
-       Semakin Canggih Tindak Kejahatan yang Menggunakan Teknologi Canggih
-       Meningkatnya budaya konsumtif
Tugas
Carilah kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga kita
maupun negara-negara maju di bidang Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Teknologi,
dan Hankam
Dari contoh-contoh tersebut, coba klasifikasikan, mana yang perlu diambil atau
ditiru oleh bangsa Indonesia? Mana yang tidak perlu ditiru oleh bangsa Indonesia?
9.      Politik Luar Negeri dalam Hubungan Internasional di Era Global
Politik adalah cara atau strategi untuk mencapai tujuan
Politik luar negeri adalah strategi dan taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain.

Secara sederhana politik luar negeri diartikan sebagai skema atau pola dari cara dan tujuan secara terbuka dan tersembunyi dalam aksi negara tertentu berhadapan dengan negara lain atau sekelompok negara lain
Dalam arti luas, politik luar negeri adalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain.
Politik luar negeri berhubungan dengan proses pembuatan keputusan untuk mengikuti pilihan jalan tertentu
Melalui politik luar negeri, pemerintah     memproyeksikan kepentingan nasionalnya ke dalam masyarakat antar bangsa”.

a.      Landansan Politik Luar Negeri Indonesia
¨      Landasan Idiil                   : Pancasila
¨      Landasan Konstitusional  : UUD 1945 Pemb alinea I dan IV
¨      Landasan Operasional       : Tap MPR No II/MPR/1988 tentang GBHN

b.      Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia
            Mengabdi kepada kepentingan nasional. Kepentingan nasional tidak hanya meliputi keamanan nasional tetapi juga tata dunia baru yang berdasarkan kemerdekaan, perdamian abadi dan keadilan sosial
Berikut tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh politik luar negeri Indonesia :
1.      Membentuk negara Indonesia yang demokratis, bersatu, berdaulat dari Sabang sampai Merauke
2.      Membentuk masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil,  dan makmur baik lahir maupun batin dalam wadah NKRI
3.      Membentuk persahabatan dan kerjasama dengan negara-negara di dunia terutama negara-negara Asia dan Afrika dalam membentuk tata dunia baru yang bebas dari imperialisme dan kolonialisme

c.       Sarana untuk melaksanakan Politik Luar Negeri
Sarana yang dapat dipkai untuk melaksanakan politik luar negeri ada dua  yaitu :
1.      Diplomasi
      Diplomasi dalam arti luas mencakup seluruh kegiatan politik luar negeri suatu negara
2.      Perundingan dan Perjanjian
                                    Perundingan atau negosiasi adalah pertemuan antara dua negara atau lebih lewat wakil-wakilnya (para diplomatnya) dengan maksud untuk saling mengubah atau menopang tujuan dan kebijakan masing-masing negara untuk mencapai kesepakatan mengenai masalah/isue kontroversial
     
d.      Instrumen Diplomasi
Ada dua macam instrumen yang dapat digunakan untuk melaksanakan diplomasi yaitu :
1.      Departemen Luar Negeri di Jkt ada di pejambon
Menlu Bp Marty Natalegawa
2.      Perwakilan Diplomatik dari suatu  negara yang ditempatkan di negara lain (KBRI)- Kedubes RI
Orang nya disebut diplomat dan kebal hokum, an hanya bisa diusir (dipersona non grata)




e.       Tingkatan Kepala Perwakilan Diplomatik
Tingkatan-tingkatan Perwakilan Diplomatik menurut konvensi Wina tahun 1815 yaitu:
1.      Duta besar berkuasa penuh (Ambassador),
Yaitu perwakilan tingkat tinggi dan mempunyai kekuasaan penuh serta luar biasa.Duta besar atau lengkapnya duta besar luar biasa dan berkuasa penuh adalah pejabat diplomatik yang ditugaskan ke pemerintahan asing berdaulat, atau ke sebuah organisasi internasional, untuk bekerja sebagai pejabat mewakili negerinya. Dalam penggunaan sehari-harinya dapat digunakan sebagai pejabat setingkat menteri yang ditempatkan di negara asing. Pejabat diplomatik yang melakukan tugas antara dua negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dikenal sebagai konsulat jenderal. Negara tuan rumah biasanya memberikan kuasa kepada duta besar untuk menguasai daerah tertentu yang disebut sebagai kedutaan, yang wilayahnya, staff, dan bahkan kendaraan biasanya diberikan imunitas diplomatik ke banyak hukum di negara tersebut.
http://3.bp.blogspot.com/-DM50mVjfeik/UWUOtziggGI/AAAAAAAABR0/nA-mYBmBxrM/s400/dubes.jpg
Presiden SBY saat melantik sejumlah duta besar RI 3 Sept 2012 (dok: viva.co.id)


Biasanya ditempatkan pada negara yang banyak menjalin hubungan timbal balik dan diakrediter oleh kepala negara. Duta besar (perwakilan dari Roma) sering disebut Nuntius.

2. Duta (Gerzant),
Yaitu perwakilan di bawah duta besar yang dalam menyelesaikan segala persoalan harus berkonsultasi dengan pemerintahnya (kekuasaannya terbatas). Duta (perwakilan dari Roma) disebut Inter Nuntius

3. Menteri Residen
Yaitu perwakilan yang hanya mengurusi urusan negara, tidak mewakili pibadi kepala Negara. Menteri Residen tidak berhak mengadakan pertemuan dengan kepala Negara penerima.

4. Kuasa Usaha, yaitu perwakilan diplomatik tingkat rendah yang diakreditor oleh menteri luar negeri. Biasanya melaksanakan kepala perwakilan jika pejabat tersebut tidak ada di tempat.

5. Atase, yaitu pejabat pembantu dari duta besar berkuasa penuh. Atase terdiri dari atase pertahanan (bidang militer) dan atase teknis (bidang perdagangan, perindustrian, kebudayaan dan pendidikan)

Atase militer adalah pejabat penghubung dari departemen pertahanan negaranya. Ia berkonsultasi dengan duta besar dalam segala persoalan yang berkaitan dengan kebijakan militer dan keamanan, dan melapor kepadanya tentang semua tingkat perkembangan dari kebijakan keamanan negara di mana ia ditempatkan. Ia melaksanakan tugas-tugas resmi angkatan bersenjatanya di negara penempatannya, menjalin hubungan antara angkatan bersenjata negaranya dengan angkatan bersenjata negara-negara lain serta industri persenjataan di negara tersebut. 

Ia melakukan analisis dan menentukan penilaian, ikut serta dalam berbagai konferensi dan pemeriksaan pasukan, serta menjadi pejabat penghubung untuk angkatan bersenjatanya sendiri di negara tersebut. Dalam keadaan-keadaan tertentu, ia terlibat dalam pengendalian senjata. Sebuah tugas lainnya adalah konsultasi dan rekrutmen calon-calon pelanggan untuk pekerjaan dan tugas-tugas di lingkungan angkatan bersenjata negaranya. 

Sebagai negara merdeka dan berdaulat, Indonesia mempunyai perwakilan tetap di negara lain. Perwakilan di luar negeri diselenggarakan oleh dinas diplomatik dan konsuler yaitu di bawah kementerian luar negeri. Umumnya negara yang berdaulat memiliki dua hak kedutaan yaitu:
1. Hak kedutaan aktif, yaitu kewenangan mengangkat perwakilan di negara lain

2. Hak kedutaan pasif, yaitu hak menerima perwakilan negara lain



f.       Sifat Politik Luar Negeri Indonesia
            Bebas artinya  Indonesia bebas menentukan sikap dan pandangannya         terhadap masalah-masalah internasional. Ini berarti Indonesia tidak        memihak salah satu blok baik blok Barat (liberalis) maupun kekuatan          blok Timur (komunis)

            Aktif artinya Indonesia aktif memperjuangkan terwujudnya perdamaian     dan ketertiban

g.      Asas Politik Luar Negeri Indonesia
1.      Menunjukkan kemauan baik dan mengambil sikap toleran terhadap negara-negara lain
2.      Hidup bersama dengan negara lain dalam perdamaian sebagai tetangga baik
3.      Bekerja sama dengan negara lain dalam suasana persahabatan


h.      Ciri Politik Luar Negeri
Dalam dokumen Rencana Strategi Pelaksanan Politik RI (1984-1989) oleh Menteri Luar Negeri tanggal 19 Mei 1983 disebutkan :
1.      bebas aktif
2.      anti kolonialisme
3.      mengabdi kepada kepentingan nasional
4.      demokratis

-         )

10.  Pelaksanaan Politik Luar Negeri Indonesia
a.       Pelaksanaan politik luar negeri masa orde lama (82)
Pada  masa tersebut Republik Indonesia semakin terikat pada blok komunis,  sedangkan negara-negara blok Barat dimusuhi dan dicap sebagai “nekolim”, kolonialismeimperialisme gaya baru. Persahabatan dan perdamaian di dunia menjadi berkonfrontasi dengan negara serumpun mengganyang Malaysia. Pada masa Orde Lama itu muncullah apa yang dikenal dengan nama poros Jakarta - Pnom Penh - Hanoi- Peking - Pyongyang, dan berakhir pada klimaksnya peristiwa pemberontakan komunis dengan G. 30.S/PKI nya pada tanggal 30 September 1965.

b.      Pelaksanaan politik luar negeri masa orde baru (83)
Pada bulan Juni sampai Juli 1966 Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara
(setelah anggota-anggotanya diperbaharui) menyelenggarakan Sidang Umum dengan menghasilkan sebanyak 24 ketetapan. Salah satu ketetapan MPRS tersebut adalah Ketetapan No.XII/MPRS/1966 tentang Penegasan Kembali Landasan Kebijaksanaan Politik Luar Negeri RI. Di dalam ketetapan tersebut antara lain diatur hal-hal sebagai berikut :
1) Bebas-aktif, anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
2) Mengabdi kepada kepentingan nasional dan Amanat Penderitaan Rakyat. Politik Luar Negeri Bebas Aktif bertujuan mempertahankan kebebasan Indonesia terhadap imperialis dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya dan menegakkan ke tiga segi kerangka tujuan Revolusi, yaitu :
1) Pembentukan satu Negara Republik Indonesia yang berbentuk Negara Kesatuan dan Negara Kebangsaan yang demokratis, dengan wilayah kekuasaan dari Sabang sampai Merauke.
2) Pembentukan satu masyarakat yang adil dan makmur material dan spiritual dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia itu.
3) Pembentukan satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan semua negara di dunia, terutama sekali dengan negara-negara Afrika dan Asia atas dasar bekerjasama membentuk satu dunia baru yang bersih dari imperialisme dan kolonialisme menuju kepada perdamaian dunia yang sempurna.
Kemudian secara berturut-turut penegasan politik luar negeri yang bebas-aktif oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat selalu dipertegas dalam setiap kali menyelenggarakan sidang umum, baik Sidang Umum 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, 1998 maupun dalam Sidang Umum MPR 1999. Penegasan politik Luar Negeri Bebas-Aktif yang dituangkan di dalam Ketetapan MPR No.IV/MPR/1973 Bab III huruf B Arah Pembangunan Jangka Panjang, di sana ditegaskan : Dalam bidang politik luar negeri yang bebas aktif diusahakan agar Indonesia terus dapat meningkatkan peranannya dalam memberikan sumbangannya untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia yang abadi, adil dan sejahtera.

c.       Pelaksanaan politik luar negeri masa reformasi
Sidang Umum MPR 1999 juga kembali mempertegas politik luar negeri Indonesia. Dalam ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN, Bab IV Arah Kebijakan, huruf C angka 2 tentang Hubungan Luar Negeri, dirumuskan hal-hal sebagai berikut:
1) Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan  berorientasi pada kepentingan nasional, menitik beratkan pada solidaritas antar Negara berkembang, mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta meningkatkan kemandirian bangsa dan kerjasama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
2) Dalam melakukan perjanjian dan kerjasama internasional yang menyangkut kepentingan dan hajat hidup rakyat banyak harus dengan persetujuan lembaga perwakilan rakyat.
3) Meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur luar negeri agar mampu melakukan diplomasi pro-aktif dalam segala bidang untuk membangun citra positif Indonesia di dunia internasional, memberikan perlindungan dan pembelaan terhadap warga Negara dan kepentingan Indonesia, serta memanfaatkan setiap peluang positif bagi kepentingan nasional.
4) Meningkatkan kualitas diplomasi guna mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional, melalui kerjasama ekonomi regional maupun internasional dalam rangka stabilitas, kerjasama dan pembangunan kawasan.
5) Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA, APEC dan WTO.
6) Memperluas perjanjian ekstradisi dengan negaranegara sahabat serta memperlancar prosedur diplomatic dalam upaya melaksanakan ekstradisi bagi penyelesaian perkara pidana.
7) Meningkatkan kerjasama dalam segala bidang dengan negara tetangga yang berbatasan langsung dan kerjasama kawasan ASEAN untuk memelihara stabilitas, pembangunan dan kesejahteraan.

Politik Luar Negeri di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2004 – 2009, dalam visi dan misi beliau diantaranya dengan melakukan usaha memantapkan politik luar negeri. Yaitu dengan cara meningkatkan kerjasama internasional dan meningkatkan kualitas diplomasi Indonesia dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional. Prestasi Indonesia sejak 1 Januari 2007 menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, dimana Republik Indonesia dipilih oleh 158 negara anggota PBB. Tugas Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB adalah :
1). Ketua Komite Sanksi Rwanda
2). Ketua komite kerja untuk pasukan penjaga perdamaian
3). Ketua Komite penjatuhan sanksi untuk Sierra Leone
4). Wakil Ketua Komite penyelesaian konflik Sudan
5) Wakil Ketua Komite penyelesaian konflik Kongo
6). Wakil Kertua Komite penyelesaian konflik Guinea Bissau

Baru-baru ini Indonesia berani mengambil sikap sebagai satu-satunya negara anggota tidak tetap DK PBB yang bersikap abstain ketika semua Negara lainnya memberikan dukungan untuk memberi sanksi pada Iran. Selain itu Republik Indonesia juga dipercaya dunia untuk duduk sebagai anggota Dewan Hak Asasi
Manusia (HAM) PBB yang bermarkas di Jenewa. Jika tahun lalu untuk masa tugas 1 tahun, maka sekarang Republik Indonesia terpilih untuk periode 3 tahun
hingga 2010. Saat itu dalam Sidang Majelis Umum PBB, Republik Indonesia memperoleh dukungan 182 suara diantara 190 negara anggota yang memiliki hak pilih. Hal ini berarti masyarakat internasional menaruh apresiasi yang tinggi terhadap upaya penegakan HAM di Indonesia. Republik Indonesia sendiri akan
memanfaatkan masa keanggotaan di Dewan HAM untuk melanjutkan implementasi progresif berbagai komitmen yang telah disampaikan Pemerintah Republik Indonesia
sendiri.
d.      Pelaksanaan Politik Luar Negeri dalam hal sifat aktif:
            Berikut  beberapa peranan penting Indonesia dalam hubungan         internasional :
1.      Indonesia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika tanggal 24 April 1955  di Bandung dan pada tanggal 22 – 23 April 2005 di Jakarta
2.      Indonesia memprakarsai berdirinya Gerakan Non Blok (Non Align Movement)
3.      Indonesia memprakarsai berdirinya Asean tanggal 8 Agustus 1967
4.      .Indonesia aktif membantu penyelesaian berbagai konflik di bebagai belahan dunia dengan mengirimkan Kontingen Garuda atas nama Pasukan Perdamaian PBB (hal 92)
Peran yang cukup menonjol yang dimainkan oleh Indonesia adalah dalam rangka membantu mewujudkan pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional. Dalam hal ini Indonesia sudah cukup banyak pengirimkan Kontingen Garuda (KONGA) ke luar negeri. Sampai sekarang ini Indonesia telah mengirimkan kontingen Garudanya sampai dengan kontingen Garuda yang ke duapuluh tiga (XXIII).
Secara garis besar kontingen garuda yang telah dikirim ke luar negeri secara berturut-turut adalah :
1.      Konga I bertugas di Mesir, yang dikirim pada bulan Nopember l956, dengan
tugas mengamankan dan mengawasi genjatan senjata di Mesir.
2.      Konga II dikirim pada bulan September l960 yang bertugas di Kongo. Tugas ini diembannya sampai bulan Mei l961.
3.      Konga III dikirim ke Kongo pada bulan Desember l963 sampai Agustus l964.
4.      Konga IV, Konga V dan Konga VII di kirim ke Vietnam, dan bertugas mulai bulan Januari l974.
5.      Konga VI, dikirim ke Sinai, Mesir, bertugas dari bulan Agustus l973 sampai April l974.
6.      Konga VIII, ke Sinai, Mesir, pada bulan September l974.
7.      Konga IX, ke Irak-Iran, pada bulan Agustus l988 sampai bulan Nopember l990.
8.      Konga X, ke Namibia, pada bulan Juni l989 sampai Maret l990.
9.      Konga XI, ke perbatasan Irak-Kuwait, pada bulan April l991 sampai Nopember l991.
10.  Konga XII, ke Kamboja, pada bulan Oktober l991 sampai Mei l993.
11.  Konga XIII, ke Somalia, pada bulan Juli l992 sampai Mei 1993
12.  Konga XIV, ke Bosnia Herzegovina, bulan Nopember l993 sampai Nopember l995.
13.  Konga XV, ke Georgia, bulan Oktober l994 sampai Nopember l995.
14.  Konga XVI, ke Mozambik, tahun l994.
15.  Konga XVII, ke Philipina, Oktober l994 sampai Nopember l994.
16.  Konga XVIII, ke Tajikistan, Nopember l997.
17.  Konga XIX, yang terdiri atas XIX-1, XIX-2, XIX-3 dan XIX-4, bertugas di Siera Leone, mulai l999 sampai 2002.
18.  Konga XX, bertugas di Republik Demokratik Kongo, tahun 2005.
19.  Konga XXI-XXIII , bertugas di Lebanon, 2006- sampai sekarang.

Selain pengiriman Kontingen Garuda, Indonesia juga mempunyai sumbangan yang cukup berarti bagi penyelesaian sengketa yang terjadi di Kamboja, dengan menyelenggarakan Pertemuan Informal Jakarta (Jakarta Informal Meeting) I dan II.
Indonesia juga menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, menjadi anggota Badan Tenaga Atom Internasional. Salah seorang putra terbaik Indonesia juga pernah memegang jabatan Presiden Majelis Umum PBB yaitu Adam Malik tahun 1971.

e.       Faktor Penentu Politik Luar Negeri
a.      Letak Geografis
      Letak dan kondisi geografi suatu negara mempengaruhi kebijakan politik luar   negeri. Suatu negara dengan kondisi geografi sebagian besar lautan, misalnya,      akan mengembangkan politik luar negeri dan kerja sama dengan negara-      negara yang mampu membantu pengembangan geografis lautan.

b.      Faktor Kependudukan
      Jumlah dan kualitas penduduk di suatu negera akan mempengaruhi kebijakan   politik luar negerinya. Suatu negara dengan jumlah penduduk yang padat   tentu akan mengembangkan politik luar negeri yang mampu mengatasi       kepadatan penduduk.

c.       Faktor Sumber Daya Ekonomi
Suatu negara pasti ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya melalui sumber daya ekonomi yang dimiliki. Agar sumber daya ekonomi yang dimiliki suatu negara dapat dimanfaatkan secara maksimal, diperlukan kebijakan kerja sama dengan negara lain.

d.      Faktor Ideologi
Ideologi suatu negara menjadi acuan dalam membangun negara, termasuk kebijakan politik luar negeri. Bahkan tidak jarang suatu negara mengembangkan politik luar negeri untuk mengembangkan pengaruh ideologinya.

e.       Faktor Hukum dan Kebijakan
Aturan hukum suatu negara, terutama UUD menjadi acuan utama suatu negara dalam mengembangkan politik luar negeri.

f.       Politik luar negeri bebas-aktif diwujudkan melalui berbagai kebijakan-kebijakan berikut.
a.    Berhubungan dan bekerja sama dengan negara lain atas dasar persamaan derajat antarbangsa.
b.   Mengakui kemerdekaan dan kedaulatan negara lain.
c.    Membantu negara lain yang membutuhkan.
d.   Bergabung dengan organisasi internasional.
e.    Mengembangkan hubungan diplomatik dengan negara lain.
f.    Mengirimkan pasukan perdamaian untuk membantu penyelesaian konflik di negara lain.

g.      Pentingnya Politik Luar Negeri di Era Global
Politik luar negeri mempunyai arti yang sangat penting dalam percaturan global. Pentingnya politik luar negeri di era global adalah sebagai berikut.
a.      Meningkatkan kerja sama antarbangsa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan, keamanan, dan kepribadian bangsa.
b.      Membangun tatanan dunia global yang tertib dan damai.
c.      Meningkatkan kebersamaan antarnegara dalam mengatasi berbagai persoalan global, seperti terorisme, kerusakan lingkungan, dan kejahatan internasional.

h.      Dampak Globalisasi Terhadap Bangsa Indonesia
3.    Bidang Politik
a.       Meningkatnya kesadaran dan gerakan yang menyuarakan demokratisasi, penegakan HAM, dan supremasi hukum.
b.      Semakin kuatnya pengawasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah demi tegaknya pemerintah yang bersih, transparan, profesional, dan bertanggung jawab.
c.       Maraknya gerakan demonstrasi (unjuk rasa) yang melibatkan massa, sebab masyarakat mengikuti nilai-nilai budaya politik berbagai negara yang sering terlihat di berbagai media massa. Selain itu, demonstrasi memang diperbolehkan oleh undang-undang, walaupun terkadang melanggar ketentuan undang-undang.
d.      Semakin banyak terbentuknya partai politik, organisasi nonpemerintah, dan LSM. Hal ini disebabkan karena globalisasi telah mendorong bangkitnya kesadaran akan hak berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran baik lisan maupun tulisan, seperti yang telah tertuang di dalam UUD 1945, pasal 28. Akibatnya, sekarang ini banyak berdiri partai politik, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan organisasi-organisasi nonpemerintah lainnya.
     
4.    Bidang Ekonomi
a.        Adanya liberalisasi perdagangan mendorong pemilik modal besar semakin kuat dan pemilik modal kecil semakin lemah dalm perdagangan bebas.
b.       Banyaknya industri besar bertaraf internasional menggunakan perangkat teknologi canggih. Hal ini membuat industri tersebut hanya memerlukan sedikit SDM. Hanya orang-orang yang ahli-ahli saja yang bisa bekerja dan menggunakan teknologi canggih tersebut. Dengan demikian, banyak tenaga kerja Indonesia yang tidak terserap.
c.        Kuatnya pengaruh mata uang dollar Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia. Kondisi ini membuat kehidupan perekonomian Indonesia banyak bergantung pada kestabilan nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
d.       Privatisasi beberapa Bada Usaha Milik Negara (BUMN). Misalnya, privatisasi Perusahaan Indosat oleh Singtel sebuah perusahaan asing dari Singapura.
e.        Berkurangnya subsidi bagi rakyat. Contoh penghapusan subsidi harga bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya, harga BBM menjadi mahal dan membuat kehidupan rakyat Indonesia menjadi menderita. Sebab hampir semua kegiatan kehidupan menggunakan BBM terutama minyak tanah. Berkaitan dengan dana subsidi BBM, pemerintah mengeluarkan dana kompensasi BBM untuk penduduk miskin.

5.    Bidang Sosial Budaya
a.        Semakin tumbuhnya sikap individualistis dan lunturnya sikap toleran, kesetiakawanan sosial, dan gotong royong.
b.       Semakin memudarnya nilai moralitas dan agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
c.        Semakin derasnya nilai-nilai budaya dan gaya hidup barat yang diterima masyarakat melalui media cetak maupun elektronik dan ditiru mentah-mentah meskipun belum tentu sesuai dan cocok dengan kebiasaan dan budaya sendiri.

6.    Bidang Lingkungan Hidup
a.        Meningkatnya pencemaran air dan udara akibat aktivitas industri-industri besar di Indonesia.
b.       Meningkatnya kerusakan hutan akibat penebangan besar-besaran, baik yang legal maupun ilegal.
c.        Meningkatnya peristiwa kebakaran hutan yang diakibatkan oleh pembukaan hutan dengan cara membakar hutan.

i.        Dampak Globalisasi Terhadap Bangsa Indonesia
1.  Dampak Globalisasi dalam Kehidupan Masyarakat
a.       Semakin tumbuhnya pola hidup individualis dan pragmatis
b.      Tingkat kepedulian dan kesetiakawanan sosial dirasakan semakin luntur
c.       Interaksi dan kebersamaan sosial secara fisik cenderung berkurang, namun dinamika komunikasi dan jangkauan masyarakat semakin luas
d.      Semakin tingginya persaingan hidup masyarakat
e.       Nilai-nilai moral etik dalam pergaulan masyarakat cenderung terabaikan

2.  Dampak Globalisasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
a.       Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya sebagai warganegara
b.      Tingkat kontrol masyarakat terhadap pemerintah semakin tinggi
c.       Pola hubungan antar negara semakin dekat dan saling terkait, ketergantungan dan pengaruh mempengaruhi
d.      Semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap kesetaraan pria-wanita (kesetaraan gender) dalam politik
e.       Tumbuhnya gerakan pro demokrasi dan hak asasi manusia

j.        Penentuan sikap terhadap Dampak Globalisasi
       Sikap-sikap yang sebaiknya dikembangkan dalam menghadapi Globalisasi :
a.       Meningkatkan Sumber Daya Manusia
b.      Meningkatkan Kualitas nilai Keimanan dan Moralitas Masyarakat
c.       Mendorong dan mendukung Upaya pemerintah Indonesia untuk Memperjuangkan Keadilan dan Keseimbangan Antar Bangsa
d.      Mendorong dan Mendukung Upaya Pemerintah Indonesia untuk Mendesak Negara-negara Maju agar mau Memberikan Dana Perbaikan Lingkungan Hidup
e.       Meningkatkan Jiwa dan Semangat Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme